VIDEO SERIES:

Bagaimana Saya Menjual Produk (yang katanya) Susah Laku ke +132.000 Orang dalam 1 Tahun

Langsung Saja ya, Saya Maula Nikma, salah satu dari buanyak sekali penjual online di jagat raya sosial media dan mesin pencari.

Perbedaan saya dengan teman-teman pebisnis online lain adalah di produk.

Kebanyakan orang jual produk mainstream seperti fashion, aksesoris, kecantikan, hingga produk anu..produk ‘solusi’ lah, hehe..

Nah, saya dagang video belajar bahasa Inggris, yang banyak orang prediksi tidak bakal laku terutama di Indonesia.

Tapi faktanya, bisnis saya sudah lama sekali berjalan. Saya mulai tahun 2009 (offline), dan 2015 mulai online.

Bahkan, di tahun 2019 saja, jumlah customer saya lebih 132.000 orang dari satu produk saja. Total saya punya 8 produk, yang..detailnya nanti Anda bisa tonton di video (ini strategi pamungkas, tidak saya jelaskan disini).

Nah, di video series ini saya ingin bercerita, berbagi ke Anda, bagaimana 132.000 pembeli itu dimulai; mulai dari iklan cuma puluhan ribu sehari jadi berkembang hingga spend iklan 30 juta per hari.

Pembahasan di video series ini kurang lebih seperti ini:

Jadi, Anda mendapatkan gambaran utuh bagaimana saya memulai, merasakan debar-debar jantung ketika saya mulai mencoba mengiklankan seminggu pertama, banyak drama dan cerita juga di sepanjang perjalanan..hingga kita terbiasa ngiklan puluhan juta sehari, setiap hari, berbulan-bulan (bukan sehari doang)

Nanti setelah Anda tonton videonya, Anda jadi tahu:

Kalau Anda baru mau mulai bisnis online:

Pengetahuan dua hal mendasar diatas akan memberi efek tenang karena Anda jadi tahu: apapun bisa laku, kalau tau cara jualnya. Jadi, jangan takut jual apapun.

Kalau Anda pemula di bisnis online:

Kalau penjualan masih ‘senin-kamis’, tidak stabil, hari ini laku 20 tapi puasa orderan 3 hari, insyaAllah dengan memperbaiki tiga hal diatas penjualan Anda akan naik. Ini saya bagi strategi yang saya gunakan, bukan lagi teori.

Kalau Anda sudah puluhan/ratusan order per hari di bisnis online TAPI mau naik kelas jadi ribuan:

Saya tidak terlalu jago teknis, karena itu dipegang tim. Saya lebih menyukai ‘grand strategy’ dari segala sesuatu. Membuat perencanaan, menyusun strategi, membangun dan memotivasi tim, dan memastikan kami semua menuju ‘pulau idaman’.

DAPATKAN VIDEO SERIESNYA